BAB I
KEADAAN UMUM DESA BONGAS
1.1 Letak dan Aksesibilitas Desa Bongas
Desa Bongas merupakan desa hasil Pemekaran dari Desa Rancahilir yang disesuaikan dengan undang-undang nomor 5 tahun 1979 tentang pemerintahan desa, maka desa Rancahilir terbagi menjadi Desa Rancahilir dan Desa Bongas sebagai pemekaran pada tanggal 15 April 1982. Ada pun pembagaian batas wilayah diantaranya:
1. Nama pemerintah Desa Rancahilir di serahkan kepada kampung Jejerukan dan sebagai tempat pusat pemerintahan lama membawahi 2 kampung yaitu Kampung Jejerukan dan Kampung Bojong Tanjung dengan luas wilayah seluas : 299.935 Ha.
2. Bangunan kantor Pemerintahan desa diserahkan kepada Desa Bongas sebagai tempat pusat pemerintahan desa. Di kampung Bongas, membawahi 2 (dua) kampung, yaitu kampung Babakan Kepuh dan Kampung Bongas dengan luas wilayah seluas : 299.929 Ha.
Bagan 1.1 Sejarah Desa Bongas
Pada laporan ini, Desa Bongas menjadi lokasi dimana kegiatan Tim KKNM Kelompok III Universitas Subang dilakukan. Desa Bongas salah satu desa dari kecamatan Pamanukan yang berjarak +3 km dari ibu kota kecamatan Pamanukan dengan lama jarak tempuh 0,5 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor, sedangkan kalau dengan jalan kaki + 1,5 jam. Sedangkan jarak ke ibu kota kabupaten Subang 36 Km dengan lama jarak tempuh 1 jam dengan menggunakan kendaraan bermotor, sedangkan dengan jalan kaki + 10 jam. Berikut batas-batas wilayah desa bongas antara lain:
- Sebelah utara : Desa Rancahilir kecamatan Pamanukan
- Sebeleh selatan : Desa Rancaudik kecamtan Tambak Dahan
- Sebelah timur : Desa Bojong Tengah kecamata Pusaka Negara
- Sebelah barat : Desa Rancasari kecamatan Pamanukan
Untuk dapat menempuh Desa Bongas kita dapat menggunakan kendaraan beroda dua atau beroda empat. Dari jalan raya menuju Desa Bongas menempuh waktu 10 menit dengan kondisi jalan aspal rusak. Hal ini dikarenakan di Desa Bongas ada saluran pipa Gas Pertamina yang terkubur di wilayah desa bongas, sehingga perbaikan jalan terhambat. Desa Bongas merupakan desa pertengahan yang berada di antara kota dan kampung, hal ini di buktikan dengan letak Desa Bongas. Selain itu, Desa Bongas juga merupakan desa yang masih memilki adat istiadat yang masih kuat yang terpisahkan dengan rasa sosialnya yaitu Gotong Royong. Berikut tabel kondisi Sarana Prasarana Transportasi Desa Bongas:
Tabel 1.1.1 Sarana Prasarana Transportasi Desa Bongas
No | Jenis sarana prasarana | Luas |
Meter (m) | ||
1. | Jalan | |
| Status jalan : | |
| 1. Jalan desa | 2.868 m |
| 2. Jalan tanggul | 879 m |
| 3. Jalan gang | 6.795 m |
| Kondisi jalan : | |
| 1. Beraspal rusak | 1.478 m |
| 2. Beraspal sedang | 1.390 m |
2. | Jembatan | |
| Status jembatan : | |
| 1. Jembatan beton | 3 bh |
| 2. Jambatan kayu | 1 bh |
| Kondisi jembatan : | |
| 1. Jembatan kayu rusak berat | 1 bh |
Sumber : Rencana Jangka Menengah Desa (RPJM - desa) tahun 2010 – 2014
1.2 Keadaan Alam Desa Bongas
Sebagian besar desa Bongas adalah pertanian dengan luas persawahan + 185.588 ha/m2 atau sekitar + 50% dari total seluruh wilayah desa Bongas. Apabila dilihat dengan pencitraan satelit, dengan menggunakan Google Earth tahun 2009, Desa Bongas merupakan desa yang berada di tengah-tengah antara desa dan kota. Pencitraan satelit Google Earth dapat dilihat pada gambar dibawah ini:
Gambar 1.2.1 Pencitraan Satelit Google Earth Desa Bongas
Diambil pada tanggal 18 agustus 2010
Untuk mengetahui lebih jelas tentang keadaan alam Desa Bongas dapat dilihat pada tabel luas wilayah menurut Penggunaannya berikut ini :
Tabel 1.2 luas wilayah menurut penggunaannya
No | Jenis Penggunaan wilayah | Luas wilayah (ha/m2) |
1. | Permukiman | 84.800 ha/m2 |
2. | Persawahan | 185.588 ha/m2 |
3. | Perkebunan | 10.523 ha/m2 |
4. | Kuburan | 1.215 ha/m2 |
5. | Perkarangan | 5.047 ha/m2 |
6. | Taman | - |
7. | Perkantoran | 1.512 ha/m2 |
8. | Prasarana umum | 10.315 ha/m2 |
Total | 299.000 ha/m2 |
Sumber : Pendataan Profil Desa/Kelurahan 2009
Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar desa Bongas di dominasi oleh daerah permukiman, persawahan, perkebunan dan prasarana umum. Daerah persawahan merupakan potensi alam yang menjadi sumber kehidupan masyarakat desa Bongas. Dari data monografi jenis pertanain di Desa Bongas adalah tanaman padi diantaranya varietas padi yang ditanam adalah varietas 42 dan Ciherang dengan hasil panen + 5 ton/Ha.
Selain itu, desa Bongas mempunyai kekayaan alam lain yang tak kalah pentingnya yaitu sumber gas alam yang sukup besar. Namun dalam hal pengelolaan gas alam ini pemerintah desa dan masyarakat desa Bongas tidak berperan karena dalam pengelolaan gas alam dikelola oleh Pertamina yang merupakan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Sebagai konvensasinya Pertamina memberikan bantuan kepada Desa Bongas sebesar 15% dari penghasilan gas alam sesuai UU yang telah di buat oleh Negara.
Gambar 1.2.1 pertambangan gas bumi
Di ambil pada tanggal 25 September 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar